Tampilkan postingan dengan label Kesenangan Belaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesenangan Belaka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Keinginan Tercapai, Bukan Main

Keinginan ke Bromo sudah tercapai. Betapa senang menyadari saya berada di tempat saya lagi dan telah melewati berbagai medan sulit di alam serta melihat pemandangan-pemandangan yang menakjubkan. Senang bukan main mengalami petualangan yang menantang dan mengasyikkan seperti itu. 
Senang, itu intinya. Satu hal yang dapat dipetik dari hal ini ialah soal keinginan itu sendiri. Mewujudkan keinginan ialah salah satu hal yang paling indah di dunia ini. 
Ya, begitulah. Mungkin anda setuju.
Cheers!

Sabtu, 01 November 2014

Short Break Bromo

Hari yang panjang. Badan terasa lelah sekali setelah seharian berpetualang. Ya, ini adalah sebuah petualangan. Karena medan yang sulit, hal-hal baru, dan pemandangan-pemandangan alam yang menakjubkan, kami menyebutnya petualangan.

Teman-teman berkumpul di kost saya karena menghindari gagal bangun karena alarm dan supaya bisa berangkat bersama. Kami berusaha memanfaatkan waktu yang sedikit untuk istirahat, namun beberapa harus terjaga terus karena tidak bisa tidur. Mendekati pukul dua, kami bersiap-siap dan berangkat menuju tempat berkumpul di dekat monumen patung pesawat, Soekarno-Hatta Malang. Setelah semua siap kami berangkat. Jalanan kota tampak sepi sekali, kecuali pasar Blimbing yang sudah ramai dengan pedagang-pedagang. Jalan kami masih mulus, belum ada tantangan samasekali sebelum memasuki area pedesaan dan pedalaman. Berkelok, kelok dan menanjak, serta curam; kami beberapakali mengalami kesulitan karena tingkat kemiringan yang ekstrim. Namun, yang terdepan selalu menunggu yang jauh di belakang agar tidak terpencar. Ohya, selain ekstrim, udaranya sangat sangat dingin sekali. Apes sekali bagi beberapa dari kami yang menjadi pengendara dan tidak memakai sarung tangan. Dalam hal ini saya sedikit mendapat bantuan dari selembar halaman Jawapos yang saya jadikan windbreaker, menutupi perut dan mencegah masuk angin. 
Sementara jalan terasa semakin menanjak, udara semakin terasa dingin. Berat, namun kami tetap semangat, dan semangat ini muncul dari sebuah pemandangan menakjubkan di atas langit. Dibawah naungan pohon-pohon, bintang-bintang di langit tampak begitu indah dan gemerlapan. "Rasanya seperti dekat sekali dengan Sang Pencipta," salah satu kawan berseru. Perjalanan semakin menantang, udara dingin semakin menyengat ke dalam, dan rombongan kami semakin bergembira untuk  segera menyambut fajar di Bromo. 
Sesampainya di daerah tengger, ada banyak hal unik, seperti orang-orang memakai selendang atau sarung dan berjalan menggendong keranjang, orang berkuda, dan wajah-wajah ramah penduduk lokal yang seolah tak terganggu dengan suara bising mesin motor kami. 
Setelah masuk pintu gerbang, jalan kami menjadi semakin sulit karena ini weekend dan banyak sekali orang di atas untuk melihat matahari terbit. Ada banyak sekali orang, baik bule, mahasiswa seperti kami, dan wisatawan lokal, sementara jalannya sempit dan ada banyak jeep diparkir di sepanjang jalan. Sulit dan berbahaya, pun demikian kami sampai di lokasi paling baik untuk menyaksikan Sunrise. Seperti orang pada umumnya, kami berfoto-foto hingga puas. 

Luas dan menakjubkan, bukan?
Amatir, hasil kamera ponsel
Dari kamera teman.

Terimakasih, kawan! Sayang sekali fotografer tidak ikutan.

Perjalanan Pulang
Kami pulang lewat Tumpang, sehingga harus melintasi lautan pasir dan mengelilingi dua gunung.  Di tempat itu, tantangan sebenarnya menanti. Pasir yang tebal membuat motor kami berulangkali hampir jatuh. Agak sulit bagi kami untuk menentukan arah, karena kendaraan-kendaraan yang menjadi patokan melaju sangat kencang sehingga tak terkejar. Untunglah tadi teknologi menolong kami. GPS dari tablet kawan kami menuntun perjalanan melewati hamparan pasir luas yang seperti tak berujung, melewati seorang pedagang minuman di tengah panasnya “gurun pasir” itu, melewati padang rumput kering yang hangus terbakar, melewati lembah hijau, hingga tanjakan-tanjakan curam dan berpasir. Pasir, badai pasir, dan tanjakan bepasir
, demikianlah tadi kami kesulitan. “Duh, aku kangen jalan beraspal, sep,” keluh seorang kawan  tadi. Sungguh berat memang, namun tadi juga ada keramahan-keramahan yang memberi semangat. Para pengendara kuda yang kami temui sepanjang jalan membalas sapaan kami dengan ramah, dan sesekali juga beberapa dari mereka menyapa lebih dulu. Mereka seperti menyertai jalan kami, hingga ke tanjakan akhir yang katanya adalah yang terberat. Dan.. sampailah kami di pos istirahat. Setelah menghabiskan beberapa menit di pos itu, kami pulang. Perjalanan pulang melewati jalan beraspal juga tak kalah menantang. Kami melawan rasa ngantuk dan terus berkonsentrasi sepanjang jalan.
Bentang alam menakjubkan, Indonesia!
Pada akhirnya, kami sampai. Beberapa kawan langsung menuju tempat mereka masing-masing, sementara dua kawan beristirahat di kost saya. Demikianlah; hari ini hari yang panjang, pun sangat menyenangkan. Saya tidak akan menolak untuk melakukan petualangan lainnya bersama kawan-kawan ini.




Harus berhati-hati ketika melepas helm atau masker karena
badai pasir datang tiba-tiba.

Luas membentang, indah pemandangan!
Dua kawan sedang bersusah payah melewati
hamparan pasir tebal yang sulit dilalui kendaraan bermotor.
Tampak pemandangan orang sedang mengendarai kuda di kejauhan.
Bagi mereka, lautan pasir tak menyulitkan samasekali, dan justru
dengan berkendara seperti itu mereka terlihat sangat menikmati,
meng-iming-imigi saya untuk naik kuda.













Sementara dua kawan lain
yang naik V-xion
tak terlalu susah melewati
medan yang
(kalau bahasa jawa
istilahnya) bledu.






Setengah perjalanan. Berapa lama
lagi? Tak tahu, yang jelas kita
harus memutari gunung-gunung.
Pengalaman pertama motor ini melewati medan berat adalah ketika menuju
lembah gunung Kelud. Namun saat itu yang dilewati adalah sungai dan
bebatuan. Kini, si motor harus melewati lautan pasir luas;
berulangkali terseok-seok, namun teman saya mulai terbiasa dengan medan
dan berkendara seperti orang-orang lokal. *Mereka melaju cepat sekali
sehingga tidak akan terseok-seok dan keseimbangannya terjaga.























Ohya, setelah meninggalkan Bromo, ada dua hal (pertanyaan) yang masih membuat saya heran dan bertanya-tanya. Pertama, saya heran dengan wanita yang berjualan di tengah padang pasir itu. Lho, bagaimana ya dia membawa barang-barang dagangannya? Apa diantar dan dijemput dengan sepeda motor atau jeep? Atau, apakah kalau sudah petang ia tinggalkan warung kecilnya itu dan pulang ke rumah? Ada banyak kemungkinan, saya tidak tahu. 
Yang kedua adalah bapak tukang bakso. Nahh.. ini nih. Darimana bapak ini berasal dan bagaimana bisa ia melewati medan berat yang kami lalui setelah berpapasan dengannya. Jalannya curam dan berpasir. Ini sulit sekali bahkan bagi motor yang tidak bermuatan selain pengendara sendiri. Kalau memang benar si tukang bakso melewati medan itu, wahh... sumpah itu keren banget! Namun, bagaimana nasib bakso dan mangkoknya? Haha, saya tidak tahu bagaimana, yang jelas akan nikmat sekali makan bakso setelah lelah melewati lautan pasir itu.

Tulisan saya kali ini mungkin ada banyak kesalahan dan minimnya variasi bahasa. Maklum, ya… karena saya sendiri sangat capek dan kurang berkonsentrasi juga karena ngantuk. Baik, sekian. Gracias multas! Terimakasih!
Salam!

Selasa, 28 Oktober 2014

Tentang Perhatian Sederhana

Hal sederhana yang seseorang lakukan untuk seorang lain kadangkala justru merupakan sesuatu yang luar biasa. Ini seperti apa yang dialami teman saya, sebut saja Ce. Ia berulangtahun beberapa hari yang lalu dan pada malam sebelum hari itu tiba, lebih tepatnya tengah malam pada saat pergantian hari, seorang kawan mengiriminya semacam voice note nyanyian "Happy Birthday". Tanpa iringan musik dan hal-hal meriah lainnya, ia menyanyikan lagu itu pelan dengan suara khasnya yang biasanya membuat teman-temannya gemas (karena seperti suara anak kecil, katanya).
"Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Happy birthday..happy birthday,
Happy birth....day..to..you..!"

Tampak sederhana apabila anda mendengar sendiri voice note itu. Namun, di dalamnya terpancar perhatian tulus seorang teman dekat kepada kawannya yang berulangtahun. Si Ce yang berulangtahun sangat bersukacita karenanya dan katanya (tadi siang) ia sempat menangis terharu saat mendapati kawan itu menjadi yang pertama yang memberi ucapan ulangtahun seindah itu selama hidupnya. Ohya, bukan hanya Ce saja namun juga beberapa teman perempuan lainnya menjadi terharu karena ucapan itu. Hebat! Saya beri jempol untuk yang menyanyikan ucapan "Happy Birthday" itu. 

Bagi saya sendiri, ini sesuatu yang menarik untuk menjadi contoh nyata tentang pesan yang hendak saya sampaikan, yakni tentang hal-hal kecil yang kita lakukan untuk orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin kita tidak menyadari bahwa hal-hal kecil dan sederhana yang biasa kita lakukan dapat mengubah seseorang, atau beberapa orang, atau bahkan banyak orang.
Ini seperti pengalaman saya sendiri; suatu hari saya sedang bersusah hati dan berkendara menuju tempat tinggal dengan raut muka sedih. Namun, di tengah jalan saya bertemu dengan beberapa kawan yang menyapa dengan senyum dan lambaian tangan yang ramah. Seketika itu juga, setelah membalas sapaan itu dengan senyuman juga, segala duka dan beban pikiran hilang. Lenyap. 
Nahh... tidak jarang lho hal-hal seperti ini saya alami. Such a simple thing, but a great encouragement. Mungkin anda juga mengalami hal yang sama, atau serupa tapi dalam pengalaman yang berbeda. Inilah. Hal-hal seperti inilah yang setiap orang mungkin perlu pahami, agar bersyukur atas dirinya dan lebih giat menjadi agen penabur keramahan.

Make the world a better place for you and me, with kindnessess!
Salam!

Senin, 04 Agustus 2014

It's A Hummingbird Moth!

Sore hari ini saya duduk di teras rumah bersama nenek. Langit sudah mulai petang. Di sela-sela dedaunan pohon rambutan dan pepaya, saya melihat seekor makhluk kecil terbang dengan lincah dan anggun menghampiri bunga-bunga. "Itu burung kolibri," demikian saya berkata pada nenek. Beliau juga setuju itu burung kolibri, salah satu dari jenisnya yang paling kecil. Kami sendiri pernah berbincang tentang hal ini jauhari, saat pertamakali melihat pemandangan itu. Saya yakin itu adalah kolibri, karena saya melihat suatu hal yang menonjol seperti paruh. Pun demikian, saya juga agak ragu dengan ukurannya yang tak lebih besar dari ibu jari.
Senang sekali rasanya melihat pemandangan unik itu; makhluk itu terbang kesana kemari dengan anggun, menghampiri nektar-nektar segar bunga pepaya. Ada tiga ekor; berterbangan seperti peri; menghiasi senja yang tenang di halaman rumah.

Sekilas memang tampak seperti kolibri. Ternyata, setelah mencari beberapa informasi, makhluk itu adalah ngengat kolibri, seperti yang tertulis pada sebuah blog. Meski awalnya saya senang gara-gara yakin bahwa itu kolibri, akhirnya saya juga tetap senang mendapati makhluk itu adalah ngengat. Ngengat-ngengat itu sama menakjubkannya dengan burung kolibri; mereka juga terbang seperti peri.
Pengalaman ini membuat saya bersyukur atas alam ini; yang merupakan karya-Nya yang agung. Hal besar dan kecil yang diciptakan-Nya sangat indah dan mempesona. Mengagumkan!



Sumber gambar:

1. Kamera
2. Devin's Nature Blog
3. The Life of An Army Wife Abroad

Senin, 30 Juni 2014

Primbon Benar Part 2

Saya juga teringat tentang ramalan di primbon. Tidak begitu memercayai ramalan, namun juga tak menyalahkan kalau ada kesamaan, seperti yang saya kutip dari lamaran, eh, ramalan tentang garis hidup ini;

Tidak banyak teman Anda, tapi sekali Anda menerima seseorang sebagai teman, itu untuk seumur hidup. Anda sama sekali bukan seseorang yang senang berkumpul dengan orang banyak, dan sikap Anda yang tertutup dianggap sebagai mengambil jarak. Itu tidak benar sama sekali, Anda memang senang menyendiri, jauh dari segala keramaian kehidupan modern. Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup di jaman yang jauh sebelum masa sekarang. (Wah... saya salah jaman?)

"Dalam banyak hal, Anda lebih cocok hidup di jaman yang jauh sebelum masa sekarang,"   demikianlah saya garis bawahi. Kesamaan semacam inilah (sama dengan keinginan kecil yang seringkali mengusik hati) yang saya maksud. Akan tetapi, kembali ke masa lalu adalah hal yang tidak mungkin. Keinginan itu tidak bisa saya penuhi secara utuh. Yang dapat dilakukan sekarang ini adalah berusaha mengejar kebahagiaan di masa depan menggunakan konsep dan metode jadul, atau singkatnya: mengejar kebahagiaan dengan prinsip: bahagia itu sederhana.

Untuk engkau yang barangkali juga 'salah jaman' seperti saya, semoga engkau mendapatkan kebahagiaan dari hal-hal kecil yang engkau lakukan sehari-hari.

Primbon Benar! Part 1

Saya baru saja membuka blog sahabat yang judulnya Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang. Disitu disinggung soal kebahagiaan, yang pada masa lalu bisa didapat dari hal-hal sederhana; sedangkan kini konsep sesungguhnya tentang kebahagiaan semakin pudar. Membaca dan mengulang-ulang tulisan itu membuat saya kepikiran lagi tentang kegelisahan-kegelisahan kecil tentang kebahagiaan, yang kerapkali mengusik hati. 
Bicara soal kebahagiaan, saya telah merasakan suatu keinginan yang menggema sejak masa yang lama. Keinginan itu adalah keinginan untuk hidup di masa lalu. Mengapa? Bukankah masa lalu itu tidak enak karena jaman orde baru? Ya, memang masa lalu kita agak kelam. Saya tidak tahu juga mengapa saya begitu ingin hidup sebagai orang agak dewasa di tahun 80-90 an, di era figur-figur artis wanita suka dengan model-model rambut pendek hingga sebahu atau berponi bergelombang, juga di era para figur terkenal pria masih banyak yang berkumis, serta di jaman CB dan honda 90 berjaya. Tidak banyak alasan yang saya punya. I just like it. Menarik sekali menonton film-film jadul, apalagi serial warkop DKI yang mempertontonkan orang-orang di era itu dengan gaya jadul. Lucu. Saya suka melihat gaya mereka berpenampilan. Lucu aja, demikian saya akan menjawab jika ditanya. Namun, terlepas dari hal-hal ini, kebahagiaan di masa lalu itu lebih simpel dan banyak pilihannya, khususnya untuk seorang yang hidup di desa. Dulu itu yang namanya mainan untuk anak kecil banyak sekali (saya akan menyinggung ini pada kesempatan lain). Untuk kaum muda dan dewasa, banyak sekali pilihan tontonan dan hiburan, dimulai dari ludruk, tayub, jaranan, pagelaran pencak, wayang, dan pasar malam. Kalau sekarang yang sering ada hanyalah pasar malam disertai konser dangdut dengan biduan-biduan yang bisa joget ngebor.

Sabtu, 24 Mei 2014

Syahdunya Paduan Suara

Saya sangat menikmati paduan suara. Kesukaan ini telah ada sejak masa kecil, ketika saya mendengar satu paduan suara dalam salah satu serial Tom and Jerry; tak tahu secara detil yang episode apa; namun seingat saya itu ada di bagian yang menceritakan perang dunia dan tikus-tikus yang berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan manusia yang melibatkan mereka. Lirik dari lagu yang mengiringi tidak terdengar jelas karena saya masih sangat dini untuk memahami bahasa Inggris. Yang saya ingat dengan baik adalah nada-nadanya; terdengar seperti Hark The Herald Angels Sing.
 
Dalam film kartun itu, tikus-tikus berusaha melarikan diri dari tempat tinggal mereka yang hancur karena bom-bom perang. Suasana dunia yang tergambar adalah gelap, kacau, dan dingin; namun tikus-tikus saling bekerjasama dan dalam kebersamaan mereka menciptakan suasana yang hangat dan damai. Paduan suara yang syahdu dan agung mengiringi kehangatan suasana kebersamaan para tikus di tengah dunia yang dingin dan gelap. Merdu suaranya meggema seperti lagu-lagu pujian pada tanggal 24 Desember malam hari.
Memorable!
 
Demikianlah saya jatuh cinta pada paduan suara. Suara yang dipadukan lebih mengena di hati. Bermacam-macam suara berpencar memasuki lorong-lorong hati dan menggema, menciptakan suasana syahdu dan megah. Suara yang terpecah-pecah menjadi beberapa bagian namun berpadu dengan baik adalah suatu keindahan tersendiri. Paduan suara memang sempurna; tak heran jika band legendaris seperti Queen juga menciptakan paduan suara yang megah di beberapa lagu mereka.

Rabu, 21 Mei 2014

Pantai dan Kawan-Kawan Part 1

Liburan ini saya ke pantai lagi, namun kali ini jauh lebih spesial karena mengajak teman-teman sekelas. Hubungan yang baik dan erat di kelas selama dua tahun ini menuai kebersamaan yang menggembirakan di pantai kemarin.
Kami berkumpul di kampus sekitar jam enam (saya dan beberapa teman datang jam 8-an). Itu rencananya, namun karena mobil yang disewa belum kunjung datang, waktu berangkat jadi molor. Jadi kami berangkat agak siang. Beberapa naik mobil, beberapa naik sepeda motor. Yang bersepeda motor ada saya yang menggandeng teman saya Mita, Bagas menggandeng Okta, Mas Coco dan Mimir, Dinny bonceng Mega, Pandu menggandeng Dewi, Akbar bersama Nafisah, dan Ran bersama Virda. Perjalanannya sangat jauh, namun tidak membosankan karena ada teman. Ohya, saya salut dengan teman-teman cewek yang naik motor. Perjalanannya melelahkan, saya sangat lelah berkendara melewati kota pinggiran, gunung, hutan, desa pedalaman, dan tebing-tebing curam; dan mereka juga mengalami hal yang sama dengan saya. Jempol dan tepuk tangan untuk mereka!
Lalalala
Di pantai, kami bersenang-senang. Di awal semua orang tampak enggan dengan air kecuali Manyun yang langsung menyapa air laut dan berdiri di antara ombak-ombak. Setelah beberapa moment foto-foto, kami tak enggan lagi untuk berbasah-basahan. Sebenarnya ada tulisan 'dilarang mandi di pantai' namun kami tetap nyemplung. Ohya pada saat itu kami bermain sandiwara. Akbar pura-pura pingsan dan kami menggotongnya ke darat. Beberapa teman cewek panik dan datang melihat, demikian pula orang-orang di sekitar pantai. Mereka berbondong-bondong datang melihat. Seorang perempuan tua tampak memaki-maki kami sambil menujuk tanda larangan mandi di pantai. Sesaat kemudian setelah sandiwara berhasil Akbar bangun dan tertawa, orang-orang tertipu. Si perempuan tampak kesal karena tertipu dan berkata "Ooo... kurang ajar!! Dasar anak muda!!" 



Bagus kan pantainya?
Yeyeyee


Jumat, 02 Mei 2014

Bingung

Bingung. Saya sekarang berhadapan lagi dengan tugas-tugas. Yang saya bingungkan, apakah harus menggebu lagi berkutat dengan tugas, atau santai-santai dulu saja.
Hmm.
Sepertinya tenang dan pelan-pelan lebih baik. Pada tugas-tugas sebelumnya, saya terlalu fokus hingga mengabaikan kesehatan. Beberapa malam lembur sungguh tidak mengenakkan. Untuk hari-hari ke depan, saya akan mencoba fokus namun dengan tingkat keseriusan yang lebih sedikit. 
Ohya, bicara soal tugas, saya sadar sebentar lagi semester ini akan berakhir. Liburan sudah dekat. Liburannya panjang, terlalu panjang, bahkan. Saya harus menyiapkan beberapa rencana agar liburan ini tidak hambar dan sepi. Liburan panjang cenderung banyak waktu-waktu sepi karena tidak berjumpa dengan kawan-kawan, dan dia yang jadi kerinduan tersendiri.
Ohh sidia  yang saya mimpikan dua malam yang lalu, saya rindu! 
Wah, maaf jadi ngelantur. Tadi topiknya bingung, sekarang kok jadi rindu, hehehe. Anyway, setidaknya ada bacaan terbaru untuk anda, wahai pembaca yang baik hati, yang kadang suka menunggu postingan-postingan terbaru dari saya.
Salam dari saya dan keluarga,
Terimakasih!

Selasa, 29 April 2014

Sekilas Tentang Kemarin

Hari kemarin sangat konyol. Rahang saya kaku dan linu, karena kebanyakan tertawa. Berjam-jam bercanda tiada henti. Tertawa dan ngakak terus-terusan. Salah satu faktor penyebab rahang linu adalah kejadian satu teman kami, Akbar. Waktu itu kami saling beradu otot dengan panco. Akbar melawan Oni. Salah satu teman berkata siapa yang kalah akan kena usap penghapus papan tulis. Akbar kalah. Seseorang mengusapkan penghapus papan tulis ke pipinya sehingga menghitam. Ia lantas ke toilet untuk membersihkannya. Setelah itu pertandingan berlanjut.
Selang beberapa menit, Akbar kembali dengan wajahnya yang bukannya malah bersih sehabis cuci muka, tetapi malah menghitam lebar secara keseluruhan. Seisi kelas meledak tertawa terbahak-bahak. Beberapa jatuh ke lantai, beberapa berguling-guling sambil menahan perut. Kemudian, seseorang mengingatkan kami akan hal yang sama yang biasa terjadi di serial Tom and Jerry, dimana ledakan bom di wajah sering terjadi.






Senin, 20 Januari 2014

Lagu-lagu Saya


gitar di pojok ruangan
Good things happen when you least expect them. Sebuah pencerahan menggerakkan diri untuk membuat suatu karya. Saya tak begitu yakin sebenarnya, tetapi kemarin dua lagu tercipta di sela-sela jam istirahat. Hal ini menggembirakan hati sebab musik adalah apa yang selalu mengiringi hari-hari saya, dan akan sangat mengagumkan jika dapat menciptakan suatu lagu yang disukai orang. Jikalau hanya saya yang dapat menikmatinya, tak masalah, karena karya tersebut dapat bercerita banyak mengenai saya, untuk orang-orang yang saya cintai. Maka, menulis lagu kini menjadi opsi menyenangkan di waktu-waktu luang. Saya ingin menulis, namun bingung mau menulis apa. Menulis novel terlalu panjang. Menulis cerpen? Cerpen tak begitu menawan. Nah, dalam hal ini menulis lagu adalah yang paling menyenangkan. Akan ada kejutan-kejutan menarik ketika dapat menciptakan suatu rima di kala menulis syairnya. Sangat menyenangkan. Hanya ketidakpercayaan diri yang menghalangi saya untuk menyanyikannya, karena suara saya yang tak bagus. Mungkin suatu hari ada orang lain menyanyikan lagu yang saya ciptakan. Ya, mungkin suatu hari saya butuh vokalis. Vokalis perempuan? Mungkin. Karya-karya apapun nantinya, yang jelas semua adalah dedikasi saya sendiri untuk membuat hidup ini indah dan bermakna. Membuat hidup lebih berarti dengan membuat karya-karya.

Untuk pembaca, semoga engkau menjadi kebanggaan bagi orang-orang yang akan engkau cintai. Sampai jumpa, salam!

Rabu, 08 Januari 2014

Pemandangan di Ufuk Selatan

Langit selatan menyimpan misteri. Disana, awan-awan seringkali tampak berjajar dan beriringan; begitu mempesona. Teksturnya halus dan lembut, seperti sedang mengepul dari samudera. Oh Samudera! Lautan batas ujung selatan negeri mulia ini, kesan keramat dan kerahasiaannya selalu terjaga, tak lekang oleh jaman.
Ada begitu banyak kisah-kisah mistis dari lautan selatan, yang tak akan dapat dicerna dengan akal sehat. Orang-orang masih menghormati sang penguasa samudera. Beberapa ritual penghormatan diadakan dalam jangka waktu tertentu dalam setahun. Mungkin, hal ini merupakan salah satu penyebab mengapa langit selatan kerapkali tampak mempesona. Teriknya sinar matahari yang memanggang bukit-bukit kapur juga kerap memunculkan pesona tiapkali mengingatnya. Hmm. Betapa indahnya cakrawala di ufuk selatan!

Senin, 23 Desember 2013

Tentang Keindahan Mempesona

Pagi ini, Malang diliputi kabut tipis dan rintik-rintik gerimis. Suasana yang indah, tentunya. Enak sekali rasanya mandi, bersih-bersih, lalu berdiam diri di kamar sambil berselimut. Nimbrung obrolan teman-teman di Line sambil menikmati secangkir susu hangat sehangat perasaan saat ini; oke banget! Saat obrolan mulai sepi, aplikasi bluestack ditutup, dilanjutkan dengan main FIFA 13. Berkarir sebagai pemain sepakbola kelas dunia di klub PSG; menjadi pencetak gol terbanyak dan pemain muda terbaik. Hmm, sungguh menghibur! Ketika sudah bosan dengan FIFA, game GTA San Andreas memanggil-manggil karena gatal untuk dimainkan. Sangat menyenangkan waktu santai seperti ini. Bukankah meskipun seseorang sedang dalam problema hidup bukan berarti ia tak bisa menikmati indahnya santai?
Terlepas dari semua itu, menjelang siang aku harus keluar untuk membayar biaya kuliah di bank. Saat menembus rintik-rintik hujan, kunikmati pemandangan bukit-bukit di ufuk utara yang samar-samar tertutup kabut tipis. Jalanan begitu sepi. Di kejauhan, tampak kota Malang dari Sengkaling hingga ujung timur; begitu mempesona. Aku terdiam terus sepanjang pagi ini, menatap sekelilingku. Di bank, kuhiraukan keramaian dengan menikmati suasana sekeliling. Aku benar-benar sedang berada dalam diri sendiri. Keindahan-keindahan yang mempesona ternyata ada dimanapun!

Sabtu, 16 November 2013

Nuansa Berkendara

Hari kemarin hujan berkuasa satu hari penuh. Pagi ini, matahari sepertinya cerah. Belum yakin, sih, karena jendela kamarku belum kubuka. 
Musik pengawal hari ini adalah satu album penuh Cardiology. Benar-benar mengangkat. Sambil memikirkan apa yang ingin kulakukan di akhir pekan nan indah ini, kunikmati nuansa sunyi nan ceria ini. Hmm, bingung juga mau apa hari ini. Bagaimana dengan menikmati album ini dengan berkendara? Berkendara ke jalur-jalur baru. Nahh, akhirnya aku menemukannya. Baiklah, hari ini, pertama-tama aku akan mencari game dulu di persewaan, mengkopi film-film bagus, dan menikmati nuansa berkendara dengan si kuda baja. 

Semoga engkau juga menikmati akhir pekan ini dengan baik!

Jumat, 15 November 2013

Good Charlotte Lovers

Bertemu seseorang yang memiliki ketertarikan yang sama mungkin bisa jadi hal paling menyenangkan dalam hidup seseorang; apalagi apabila ketertarikan tertentu sangat jarang. Beberapa hari yang lalu aku menemukan seseorang berkata di twitter 'Nostalgia with Good Charlotte's songs'. Ia adalah Niken, teman satu kelas di mata kuliah Formal Speaking. Secara spontan, kubalas tweet itu, karena aku juga fans berat dari band sangar itu. Kemudian, terjadilah percakapan yang lumayan menyenangkan. Ketika di kelas, Niken minta album Cardiology. Itu adalah album terbaru, mungkin, yang susah dicari di internet versi download gratisnya. Kebetulan aku punya beberapa lagu dari album itu. Jadi, aku mendownload beberapa lagu lain untuk dipaketkan ke Niken di kelas hari ini. 
Rasanya begitu menyenangkan kala bertemu seseorang yang berminat sama, apalagi minat yang langka. Jarang sekali orang suka band-band macam Good Charlotte, The Killers, Band of Horses, Pink Floyd, dll. Kebanyakan suka yang booming, seperti Avenged Sevenfold, Green Day, Kaiser Chiefs, Muse, dll. Sejauh ini, aku belum menjumpai seseorang yang juga fans berat dari The Killers. Akan sangat menarik, jadinya nanti. 

Jumat, 01 November 2013

Lagu Rohani dan Karya

Akhir akhir ini, lagu lagu rohani memenuhi playlist-ku. Segala romansa dan inspirasi, semua tertuju pada hal rohani ini. Aku merasa terpanggil untuk menciptakan lagu-lagu untuk memuji Tuhan. Menciptakan satu saja, mungkin akan sangat menyenangkan. Namun, itu tak mudah karena aku seringkali kehilangan sense of artist atau romansa seniman kala membuat suatu karya. Kala menulis cerita, kebanyakan masih belum bisa sampai selesai. Kala mencoba menciptakan lagu, selalu hanya reffnya saja. Nampaknya aku kudu mencoba terus dalam hal ini. Bagaimanapun, aku ingin sekali berbagi rasa dan kisah tentang apa yang kualami melalui suatu karya. Satu saja, pasti akan sangat menyenangkan; apalagi kalau bisa dinikmati orang lain; luar biasa jadinya!

Minggu, 13 Oktober 2013

Polo-Shirt

Mumpung di Blitar, aku cari kaos berkerah di tempat langgananku. By the way hari ini SPGnya ramah-ramah. Beberapa tersenyum-senyum kepadaku. Salah satu dari mereka, yang menemaniku nyari baju, keren! Manis nan ramah. Ia sangat beda dengan yang lain, begitu modis, begitu good fashioned, dan paling ramah. Aku sedikit heran hari ini, karena biasanya orang-orangnya cuek. Mungkin karena yang berkunjung di tempat itu, hanya aku yang muda, selebihnya bapak-bapak/om-om dan pasangannya. Semua mata, yang manis dan yang (maaf) tidak cantik tertuju ke satu arah, yakni titik dimana aku bepijak.
Di ruang ganti, kala mencoba salah satu kaos berkerah, kupandangi wajahku dan mulai berbangga akan penampilan. "Oh iya, aku sangar hari ini! Aku tampak begitu muda, energik, penuh semangat, dan gagah," kataku dalam hati. Aku berkata kepada diriku sekali lagi "aku bisa jauh lebih sangar, sangat jauh bahkan dari diriku sekarang ini, saat aku nanti dapat memijakkan kaki di Roma". Ternyata dengan berkaca kita juga bisa membakar semangat mimpi.
Dan usailah kunjunganku, untuk satu kaos berkerah yang..katakan berkualitas bagus nan murah. Selanjutnya, aku menuju Tawangsari untuk cari kaos bekas bagus, barangkali bisa nemu yang merknya Polo. Dan benar demikian! Aku nemu satu kaos kusut bermerk Polo. Dengan segera, kuambil kaos itu dan satu sweater bekas yang kainnya tak kalah bagus. Untuk keduanya, aku hanya perlu Rp. 30.000. Hanya perlu dicuci dan disetrika agar tampak seperti baru.