Rabu, 21 Mei 2014

Pantai dan Kawan-kawan Part 2

Mari kita saksikan live commentatory pertandingan ini!
Setelah permainan tersebut kami bersantai-santai. Ada yang membuka bontotan atau bekal makan siang, ada yang masih bermain dengan ombak, ada yang berjemur, dan ada yang masih foto-foto. Setelah ini, kami para cowok menceburkan diri ke ombak-ombak. Kami mencoba banyak hal, mulai dari berdiri menantang ombak hingga berlomba terdampar. Setelah itu kami bermain American Football. Saya berhasil mencetak angka pada permainan ini. Grup saya unggul terlebih dahulu; namun grup lawan segera mengimbangi berkat duo bintang mereka yang berbadan besar dan anti tabrakan. Permainannya sangat melelahkan tetapi seru. Satrio berhasil mengambil beberapa skenario dari permainan ini. Untuk fotonya, saya akan segera menguploadnya.

Yak, Asep melempar bola, menghadapi terjangan Pandu dan.... 

Asep berhasil melewati hadangan Pandu!!!!!!! bola dioper ke Bagas dan....



Bagas berhasil menerima Bola!!! Tanpa hadangan pemain lawan, ia membawa bola ke area pertahanan musuh... dan apakah Bibob bisa mengejarnya... kita lihat kelanjutannya
—




bagas mencetak angka!!! Lawan tidak berhasil mengejarnya! satu angka untuk the east coast. Skor sementara: East Coast 2- 1 Western Shore
—



Tertinggal satu angka, Western Shore berusaha menekan dengan serangan-serangan berbahaya dari dua bomber utama mereka. Pertandingan berlanjut sengit!



Pantai dan Kawan-Kawan Part 1

Liburan ini saya ke pantai lagi, namun kali ini jauh lebih spesial karena mengajak teman-teman sekelas. Hubungan yang baik dan erat di kelas selama dua tahun ini menuai kebersamaan yang menggembirakan di pantai kemarin.
Kami berkumpul di kampus sekitar jam enam (saya dan beberapa teman datang jam 8-an). Itu rencananya, namun karena mobil yang disewa belum kunjung datang, waktu berangkat jadi molor. Jadi kami berangkat agak siang. Beberapa naik mobil, beberapa naik sepeda motor. Yang bersepeda motor ada saya yang menggandeng teman saya Mita, Bagas menggandeng Okta, Mas Coco dan Mimir, Dinny bonceng Mega, Pandu menggandeng Dewi, Akbar bersama Nafisah, dan Ran bersama Virda. Perjalanannya sangat jauh, namun tidak membosankan karena ada teman. Ohya, saya salut dengan teman-teman cewek yang naik motor. Perjalanannya melelahkan, saya sangat lelah berkendara melewati kota pinggiran, gunung, hutan, desa pedalaman, dan tebing-tebing curam; dan mereka juga mengalami hal yang sama dengan saya. Jempol dan tepuk tangan untuk mereka!
Lalalala
Di pantai, kami bersenang-senang. Di awal semua orang tampak enggan dengan air kecuali Manyun yang langsung menyapa air laut dan berdiri di antara ombak-ombak. Setelah beberapa moment foto-foto, kami tak enggan lagi untuk berbasah-basahan. Sebenarnya ada tulisan 'dilarang mandi di pantai' namun kami tetap nyemplung. Ohya pada saat itu kami bermain sandiwara. Akbar pura-pura pingsan dan kami menggotongnya ke darat. Beberapa teman cewek panik dan datang melihat, demikian pula orang-orang di sekitar pantai. Mereka berbondong-bondong datang melihat. Seorang perempuan tua tampak memaki-maki kami sambil menujuk tanda larangan mandi di pantai. Sesaat kemudian setelah sandiwara berhasil Akbar bangun dan tertawa, orang-orang tertipu. Si perempuan tampak kesal karena tertipu dan berkata "Ooo... kurang ajar!! Dasar anak muda!!" 



Bagus kan pantainya?
Yeyeyee


Rabu, 14 Mei 2014

Ngobrol Langsung Lebih Penting

Ada banyak hal dalam hidup ini yang perlu kita bicarakan dengan orang lain. Ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan beberapa orang; dengan ayah, dengan adik, dengan teman-teman, dan dengan sanak saudara. Saya ingin sekali menemui ayah dan membicarakan rencana kepindahan saya dan problema yang saya alami akhir-akhir ini. Saya juga ingin bertemu adik dan mendengarkan cerita-ceritanya yang belum selesai pada hari Jum'at lalu. Keinginan yang sama adalah untuk bertemu teman-teman saya (membicarakan rencana liburan) dan sepupu (rencana mengunjungi bibi di Bandung). Sebenarnya, dengan adanya sarana komunikasi, semua dapat dibicarakan kapanpun, namun saya lebih memilih untuk bertemu secara langsung. Bertemu secara langsung akan lebih bisa untuk menghasilkan sesuatu yang lebih terang dan jelas daripada lewat pesan. Untuk ini, saya harap saya dapat bertemu mereka semua. Untuk besok, semoga tidak ada halangan untuk pulang ke Blitar lagi.

Senin, 12 Mei 2014

Saya Dan Liverpool

Saya cinta Liverpool!
Pagi ini saya mendapati berita Manchester City menjuarai liga Inggris. Liverpool ada di peringkat dua. Tidak ada kekecewaan dari saya, tetapi justru saya semakin cinta Liverpool. Ada sensasi tersendiri mendukung tim yang sulit juara. Ada sensasi tersendiri mendukung kuda hitam. Mendukung Liverpool selama 9 tahun kiranya adalah gambaran perjalanan hidup yang penuh liku. Liverpool mengejar impiannya meraih kemenangan cemerlang yang telah diidam-idamkan sejak masa yang lama. Liverpool bermimpi mengembalikan kejayaan di masa lampau. Sayapun demikian. Saya sedang mengejar impian saya yang gemilang yang saya idam-idamkan semenjak saya mengenal apa arti dari mimpi itu sendiri. Kerinduan yang samapun juga saya rasakan; sebuah kerinduan tentang kebahagiaan sempurna mewarnai gemerlapnya impian di dalam hati.

Kamis, 08 Mei 2014

Tetapi Saya Omong Kosong

Sebenarnya ini terlalu kontras dengan tulisan sebelumnya.
Begini;
Saya merasa banyak omong kosong tentang cinta. Sharing saya yang sudah-sudah menceritakan kekaguman saya pada Rose, dan bagaimana kemungkinan saya yang terbuka lebar untuk itu. Namun, sayang sekali ternyata saya terlalu ceroboh dan salah mengartikan. Ia tak punya perasaan apapun, meskipun suka menggoda saya dan malu-malu senang ketika teman-teman menyorakinya. Tidak ada, sama sekali.
Ini merupakan pelajaran penting bagi saya. Tak ada lagi yang saya kagumi. Saya akan liburan, dan ini moment yang pas untuk berpetualang bersama kawan-kawan. Ini saat yang tepat untuk fokus pada hidup, pada misi-misi saya. 

Saya Beruntung

Saya merasa hidup saya penuh dengan berkah Tuhan. Saya lulus ujuan nasional SD, SMP, dan SMA tanpa kecurangan karena Tuhan. Saya berhasil (sedikit) membuat almamater SMA saya bangga dengan pencapaian pada LKTI Sejarah 2011. Saya lulus SNMPTN semata-mata karena dikehendaki oleh Dia yang merencanakan segalanya. Sungguh, waktu SNMPTN itu saya tidak belajar banyak samasekali. Hanya bermodalkan buku fotokopian, saya memperbanyak usaha di doa, dan doa-doa itu mengantarkan saya pada universitas yang saya banggakan ini. Sastra Inggris UM is the best!
Dan hari ini, kawan saya Bagas memberitahu saya bahwa lamaran beasiswa saya diterima. Saya senang bukan main. Syukur dan pujian tertuang lewat rasa bahagia dan lega di hati. Di tengah sibuk-sibuknya bertugas-ria, penghiburan sekaligus anugerah besar datang menghampiri saya.
Oh, Terimakasih, untuk berkatMu yang besar ini, Tuhanku...

Tentang Mindset

Saat ini saya dan teman-teman sekelas sedang dalam puncak kesibukan kami di semester ini. Stress dimana-mana. Saat ini syukurlah saya sudah menyelesaikan dua tugas penting, dan tinggal mencetak dengan printer (apa adanya) saya yang akan bekerja ekstra keras malam ini mencetak seratus lebih halaman.
Ohya, saya tidak begitu stress dengan semua ini karena mindset. Saya mempersiapkan pertempuran lebih awal daripada biasanya, dan memegang teguh satu pedoman bahwa semua akan bisa diselesaikan. Saya optimis bisa menyelesaikan satu essai dalam sehari. Itulah mindset awal, dan kini menuai hasilnya. Meskipun sempat agak stress karena persyaratan tugas yang njelimet atau kompleks, saya berhasil mengerjakannya dengan tenang dan fokus. 
Mindset ternyata sangat membantu. Motivasi digabung dengan doa dan fokus dalam berusaha menghasilkan keberhasilan cemerlang.