Hari-hari yang panjang, terlena karena liburan, dan berbagai urusan keluarga lainnya adalah yang menyebabkan blog ini kosong dan terabaikan selama beberapa waktu. Hal-hal tersebut juga membuat saya lupa meluangkan waktu untuk membuat refleksi seperti biasanya. Sekarang, karena sudah sadar akan kelalaian ini, mungkin kedepannya saya mulai menulis lagi.
Selasa, 26 Agustus 2014
Hari-hari yang Panjang
Sudah lama sekali absen. Hari-hari yang berlalu memang panjang, apalagi minggu yang lalu. Tugas dari seorang dosen yang sarat akan formalitas dan kecerewetan membuat bingung semua mahasiswanya hingga akhirnya sebagian besar bisa lari dari hari Senin kemarin.
Kamis, 14 Agustus 2014
Wanna Share?
Hari ini hari yang pendek. Saya hanya berdiam diri di rumah dan mengobrol dengan beberapa orang di media. Banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol hari ini karena saya menjumpai seorang kawan lama yang sudah enam tahun tidak ada kabarnya. Namanya Blablabla Intan Blablabla. Kami berdua tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi, namun hari ini kami membicarakan banyak hal.
Ia dulu memang memiliki suatu relasi unik dengan saya; dulu sekali di masa-masa SMP. Sekarang, ia berada di luar negeri.
Banyak sekali obrolan tadi dan saya senang bisa sharing-sharing seperti itu. Saya memang suka diajak curhat. Banyak sekali teman, kenalan, ataupun saudara suka bercerita kepada saya, sampai-sampai saya merasa tercipta untuk mendengarkan. Anyway hal itu justru suatu anugerah dan berkah; dan pertemuan hari ini memberi rasa syukur atas teman yang Tuhan sudah perkenalkan kepada saya.
Senin, 04 Agustus 2014
It's A Hummingbird Moth!
Senang sekali rasanya melihat pemandangan unik itu; makhluk itu terbang kesana kemari dengan anggun, menghampiri nektar-nektar segar bunga pepaya. Ada tiga ekor; berterbangan seperti peri; menghiasi senja yang tenang di halaman rumah.

Sekilas memang tampak seperti kolibri. Ternyata, setelah mencari beberapa informasi, makhluk itu adalah ngengat kolibri, seperti yang tertulis pada sebuah blog. Meski awalnya saya senang gara-gara yakin bahwa itu kolibri, akhirnya saya juga tetap senang mendapati makhluk itu adalah ngengat. Ngengat-ngengat itu sama menakjubkannya dengan burung kolibri; mereka juga terbang seperti peri.Pengalaman ini membuat saya bersyukur atas alam ini; yang merupakan karya-Nya yang agung. Hal besar dan kecil yang diciptakan-Nya sangat indah dan mempesona. Mengagumkan!
Sumber gambar:
1. Kamera
2. Devin's Nature Blog
3. The Life of An Army Wife Abroad
Halo Frater-Frater!
Beberapa hari yang lalu saya dan kawan2 lama SMA reuni kecil-kecilan dan mengunjungi keempat kawan kami yang sedang dalam proses menjadi imam di seminari tinggi Kongregasi Missionis Langsep Malang. Ada banyak kesan gokil namun terlalu banyak sehingga saya kira saya hanya perlu membagi gambarnya. Berikut ini foto-fotonya;
| Masih di kontrakan kawan kami, Beni; di Soekarno-Hatta |
| Di dekat pintu masuk |
| Kiri atas ke kanan: Carel, Divin, Aldo, Tomy, saya, Lee, Adhi, Ovan, Bertus Kiri bawah ke kanan; Beny, Dwika, Shandong, Rinto |
Minggu, 27 Juli 2014
Selamat Idul Fitri!
Selamat idul fitri!
Pada malam hari ini suasana di rumah sangat meriah. Saat kumandang syukur dari masjid mulai bergema, orang-orang desa keluar rumah dan merayakannya. Anak-anak kecil berlarian di halaman dan di jalan. Musik berirama seperti campursari yang berasal dari dekat masjid ikut melantun memeriahkan suasana. Seperti halnya semua orang, keluarga saya ikut merayakannya dengan gembira. Bersama keluarga paman yang dari Batu, keponakan dari Blitar, dan bibi saya yang dari Bandung, kami menyalakan kembang api. Anak-anak kecil datang mendekat untuk menyaksikan, demikian juga dengan beberapa orangtua. Kembang api kami sangat banyak, jadi hiburannya panjang hingga kami lelah dan menyisakan kembang-kembang api kecil. Setelah selesai, semua orang kembali. Lingkungan kembali sepi, namun suara masjid masih berkumandang. Saya beristirahat diiringi alunan pujian yang tak pernah berhenti.
Ini malam lebaran saya. Selamat lebaran!
Jumat, 25 Juli 2014
Bising!
Aku tak bisa tidur
Orang ngomong, anjing menggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu
Kesabaran-Chairil Anwar (Bait I)
Kapan ya lingkungan ini tenang, diam tanpa suara?
Orang ngomong, anjing menggonggong
Dunia jauh mengabur
Kelam mendinding batu
Dihantam suara bertalu-talu
Di sebelahnya api dan abu
Kesabaran-Chairil Anwar (Bait I)
Kapan ya lingkungan ini tenang, diam tanpa suara?
Saya masih mengeluh lagi soal keheningan. Di kos-kosan saya, dari pukul satu pagi hingga tengah malam tak ada jeda untuk keheningan. Suara-suara keras dimana-mana; orang, binatang, mesin. Anjing mengonggong, orang bercakap dan berkelakar. Kendaraan berlalu-lalang. Pengeras suara terus menyala, menyebarkan suara ke segala penjuru. Saya kesulitan tidur. Untuk bisa berhasil masuk ke alam mimpi-pun saya harus memasang headset di telinga dan memutar musik supaya suara dari luar yang mengganggu tak masuk ke telinga (untuk tidurpun saya harus membuat kebisingan sendiri).
Keheningan itu sangat berarti bagi saya. Dulu saya pernah hidup dalam keheningan selama tiga tahun di masa SMA dan itu sangatlah menyenangkan. Ada banyak waktu hening, atau dulu lebih sering disebut silentium. Ada banyak waktu pula untuk bersenang-senang dan membuat kebisingan bersama. Keseimbangan dan ritme hidup sedemikian sangatlah menyenangkan.
Kini saya harus menyikapi kebisingan kehidupan ini sendiri. Beberapa teman lama juga merasakan hal yang sama. Kini kami sama-sama mencari, atau menemukan kembali keheningan dan kehidupan yang khidmat dan tenang. Keheningan itu suatu anugerah berharga, sama berharganya dengan emas dan talenta, dan kami ialah pencari harta berharga itu.
Iklan di Mana-mana
Semakin lama, yang namanya iklan itu semakin ada di mana-mana. Di jalan-jalan perkotaan, mata kita tidak bisa menghindari iklan besar yang sengaja dipasang untuk memaksa semua orang melihat. Di telepon genggam, setiap hari operator mengirim promo-promo yang menjadi spam bagi penerima pesan. Di (hampir semua) channel televisi Indonesia, jumlah iklan sangatlah banyak sehingga program acara yang ditonton memiliki jeda panjang yang membuat penonton seringkali jenuh dan bosan.
![]() |
| No ads please |
Dengan tidak menonton televisi Indonesia, jadinya ya mungkin akan ketinggalan info tren-tren terbaru. Namun itu tak masalah daripada dibuat jenuh dengan keberadaan iklan-iklan; mereka sudah terlalu banyak.
IMG
IMG
Langganan:
Postingan (Atom)
