Senin, 17 Maret 2014

Ah, Rose!

Ah, Rose!! Today my secret was revealed. Entah bagaimana hari ini rahasia saya terbongkar. Memang, saya tak pernah berhasil menyimpan rahasia dari kawan-kawan saya. Selalu terbongkar, karena keterlalu-bukaan saya sendiri. Hmm. Rose! Saya memang tidak memberitahukan ini pada orang lain karena tidak mau dapat cap playboy. Bukan. Bukan. Saya bukan playboy. Saya kan jomblo. Saya mengasihi, tidak mempermainkan hati mereka. 
Dalam sebuah momen hari ini, saya diminta menuliskan dua nama wanita yang saat ini di hati. Saya menulis Casablanca dan Rose. (Hmm. Lama-lama saya merasa aneh menyebut nama samaran). Somehow, I did not care my paper, then everybody knows what is written on it. Hmm, begitulah.
Namun, di atas semua ini, satu hal terpenting dalam hidup saat ini adalah kehadiran kawan-kawan itu sendiri. Kawan-kawan saya tahu, saya mengharapkan siapa. Ini menjadi semangat bagi saya pribadi; semangat untuk bekerja keras untuk sukses dan mendapatkan apa yang telah diharapkan sejak saat ini. 

Hai Rose, engkau sangat menyenangkan! Keramahanmu adalah semerbak wangi kesegaran pagi hari. Tawamu melengking bagai nada-nada tinggi pada seruling bambu. Merah di rambutmu sangat liar, seliar tumbuhan putri malu, namun begitu murni, semurni embun. Bersinarlah selalu, untuk para pengagummu, dan untukku!

The Top of The Wish List

Usually, it is not easy to get what we desire. We dream, and then we must deal with any possibility that obstruct us to get the dream itself. There is always something to fight. There will always be some problems. We must go ahead and chase after the dream; then, it usually ends with happiness if we can deal with the obstructions.
Biasanya, ketika kita menginginkan sesuatu, kita harus bersabar, karena hidup tidaklah serba instant. Kita bermimpi dan harus dapat mengatasi halangan-halangan yang ada. Selalu ada sesuatu untuk diperangi. Akan selalu ada beberapa masalah. Kita harus terus maju untuk mengejar sang mimpi; biasanya, ini akan berakhir dengan kebahagiaan jika kita berkomitmen dan menyikapi segala rintangan yang ada.
Saat ini, saya sedang menginginkan sebuah ponsel baru. Satu wish yang sudah dipertimbangkan dalam hal harga dan prioritas kegunaan. Targetnya sebenarnya bulan ini seharusnya saya sudah menggenggamnya, sesuai rencana. Namun, karena kebutuhan-kebutuhan mendadak seperti mengganti ban bocor sepeda motor, kehabisan uang saku, membeli buku, fotokopi, dan sebangsanya, saya harus menunda keberhasilan mencapai rencana ini. Mau bagaimana lagi, namanya urusan mendadak. Ini resiko bermimpi; seperti postingan Stanlee. Sayapun kini tertuntut untuk lebih baik lagi dalam memanage keuangan. Ini hanyalah ponsel; hal kecil dalam kehidupan yang luas dengan berbagai aspek ini. Berusaha untuk punya ponsel baru: latihan untuk mencapai mimpi yang lebih besar. 

Berlatihlah mengejar impian, kawan!!

Minggu, 16 Maret 2014

Bekerja Keras untuk Cinta

"That is why I work very hard to be strong. It's very hard indeed! But, I am very pleased to shop with my own money. Then, when I feel strong enough, I will tell that to the one I love: Hey, I am ready for true love!"

"Itulah sebabnya aku bekerja keras supaya menjadi kuat. Memang, terkadang itu sangat berat. Namun, aku sangat menikmati berbelanja dengan hasil jerih payah sendiri. Dan, jika aku merasa sudah cukup kuat, akan kukatakan pada orang yang aku cintai: Hei, aku sudah siap untuk cinta sejati!"

 Itu adalah kutipan dari film "Finding Mr. Right." Singkat saja, saya sekarang juga sedang bekerja keras seperti tokoh yang mengatakan hal diatas. Saya mencintai seseorang, namun tak ingin mengatakannya hingga saya sudah kuat. Kuat dalam kehidupan ini. Saya bekerja keras untuk hal ini, di tengah kehidupan yang dinamis dan keadaan keluarga; saya siap untuk melalui semuanya demi kebahagiaan sempurna di akhir. Ketika saya sudah mencapai tahap tertentu, ketika saya berhasil, saya akan datang untuknya; untuk cinta.

Untuk engkau, pembaca, yang barangkali juga sedang bekerja keras dalam kehidupan ini agar bisa merasa pantas dan siap mengatakan cinta pada orang yang selama ini menjadi idaman; semoga Tuhan menyertai usahamu! Goodbye (God be with You!!)

High Advantage

Dunia ini keras; bukankah begitu? Hidup penuh persaingan. Kompetisi berlangsung sengit di segala bidang. Kehidupan bagaikan hidup di hutan rimba. Binatang yang besar dan kuat berkuasa dan memangsa binatang-binatang lain yang lebih kecil. Mereka yang lemah memojokkan diri di sudut tertentu yang aman, membentuk kelompok untuk keselamatan. Binatang pemakan tumbuhan harus berhati-hati; apa yang dimakan bisa saja tumbuhan yang beracun. Siapapun yang berjalan harus memerhatikan langkah-langkahnya. Jebakan bisa saja menerkam secara tiba-tiba. Hidup sangatlah keras dan kejam. Semua yang tinggal di dalamnya rentan untuk terjerumus dan merasakannya. Namun, ada satu binatang yang tak terpengaruh dengan keadaan rimba yang demikian, karena ia tinggal di tempat yang aman. Di pinggir hutan, diatas tebing; disanalah elang tinggal. Elang adalah yang paling bebas diantara semua binatang. Ia tak akan masuk ke hutan, karena tak perlu terlibat dalam kehidupan yang kejam. Ia bisa mencari makanan dimana saja ia mau dan terbang ke padang rumput seberang, dimana ada banyak makanan tersedia.
Sama halnya elang, seorang bohemian juga bebas. Pun demikian, menjadi bohemian sangatlah sulit di kehidupan seperti ini, namun tak berarti tidak mungkin. Semua hanya perlu beberapa pencapaian bertahap.

"Menjadi bebas itu mengasyikkan. Biarlah dunia ini keras dan kejam. Biarlah kehidupan ini kejam. Selama kita tak terlibat di dalamnya dan terus terbang tinggi, kita bahagia!"

Kamis, 06 Maret 2014

Bagai Sayur Tanpa Garam

Lelah! Hidup mulai lagi terasa hambar. Rutinitas harian menguras tenaga. Lima hari dalam seminggu selalu diawali dengan berangkat pagi ke kampus. Ketika serangkaian aktivitas di kampus berakhir, ketika kembali ke kost, rasa lelah selalu membebani diri untuk melakukan sesuatu. There is nothing to do as I feel exhausted after attending college. Hmm. Sebenarnya saya ingin berkarya; namun rasa lelah dan waktu yang tak cukup banyak selalu mengusik hati, membujuk diri untuk istirahat. Kini saya sedang menggulatinya. Semoga kehampaan ini segera menemukan titik terang. Semoga hidupmu tak hampa seperti saya sekarang ini!

Selasa, 04 Maret 2014

Sharing Mimpi

Mimpi yang tidak biasa selalu memicu permenungan akan mimpi itu sendiri. Kemarin malam, saya bermimpi sedang mendaki gunung bersama suatu rombongan. Entah bagaimana, saya dan beberapa teman terpisah dari rombongan utama dan tersesat di hutan yang kemudian secara tidak sadar menarik kami kedalam gua. Gua itu gelap, dingin, dan lembab. Saya dan rekan-rekan berusaha mencari jalan keluar dari gua itu dengan menelusuri tiap sudut. Kemudian, ketika usaha kami justru membawa semua orang jauh kedalam gua, rasa takut mulai menghantui setiap orang. Suasana menjadi kian tegang kala kami berpikir akan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Namun, beberapa saat kemudian terdengar suara hentakan kaki di atap gua; setelah itu, entah bagaimana dinding-dinding gua runtuh; saya dan rekan-rekan bisa keluar dan bergabung kembali dengan rombongan, yang ternyata adalah sumber dari suara-suara di atap gua itu. 
Saya tidak tahu apa makna sebenarnya dari mimpi ini. Sedikit interpretasi, mungkin ini adalah gambaran perjuangan hidup bersama kawan-kawan. Ketakutan dan kekhawatiran mungkin adalah beban berat jika ditanggung sendiri, namun, ketika bersama kawan-kawan, ada kemungkinan baik yang lebih besar untuk menghadapi dua hal itu.

Sabtu, 01 Maret 2014

Nostalgia!

Sumber murni; airnya bisa diminum!

Dulu masih belum ada undakan tangga seperti diatas ini.
Saya dan Rendi meninggalkan hiruk-pikuk kota Malang kemarin, dan menikmati suasana damai dan tentram di desa. Disini tak ada keramaian; tak ada kemewahan seperti yang tersaji di setiap sudut kota. Namun, waktu terasa berlalu dengan cepat karena kesenangan. 
Nostalgia!!! Hari ini kami mengunjungi belik, atau sumber; tempat yang sering saya kunjungi pada masa kecil. Dulu di tempat ini saya biasa mencuci pakaian, mandi, dan bermain. Hari ini, saya hanya berkunjung untuk merasakan kembali kesegaran air sumbernya. Bak raja yang sedang singgah, kami berdua disambut ikan-ikan dengan layanan pedicure alami nan gratis. Memorable! Demikianlah waktu menyenangkan di hari yang singkat di Blitar ini.

Segerombolan ikan siap memanjakan kakimu!
Ikan-ikan disini sangat ramah!